Bimbingan Belajar Inovatif

Posted in Bimbingan Belajar on September 2, 2009 by Eko H Sutopo

Sekarang ini bimbingan belajar begitu menjamur. Dimana-mana terpampang spanduk bimbingan belajar , dari mulai program persiapan ulangan harian, hingga persiapan masuk perguruan tinggi pilihan. Pertanyaannya adalah apakah pelayanan belajar disekolah masing – masing siswa tsb  masih kurang ? atau memang para siswa ini perlu suasana lain dalam belajar. Memang dalam hal pelayanan disekolah tempat siswa tersebut belajar selalu mengalami rasa kurang puas , seberapapun besar pelayanannya. Lembaga Bimbingan Belajar mencoba mengambil ruang ini menjadi salah satu terobosan dalam bisnis maupun panggilan hati untuk berbagi (maksudnya lembaga bagi ilmu, siswa bagi duit). Beberapa hal yang memang nyata dan harus diakui mengapa para siswa harus menambah belajar di luar sekolah adalah:

1. Di sekolah banyak memiliki aturan – aturan yang menurut para siswa kurang “asyik”, sehingga dia ingin mencari model belajar yang lebih asyik diluar , misalnya ngga usah pake seragam, belajar boleh sambil makan burger, sambil mainan HP dll

2. Disekolah terlalu padat jumlah siswanya dalam sekelas, sehingga siswa yang pasif tidak pernah mendapatkan kesempatan bertanya ataupun berargumentasi

3. Jadwal belajar disekolah terlalu ketat, dengan pengaturan waktu yang telah ditentukan oleh kurikulum

4. Siswa kurang dapat bereksplorasi disekolah , karena keterbatasan sarana, waktu dan sumberdaya pada sekolah – sekolah tertentu

bersambung…

beberapa kegiatan pemanfaatan lingkungan

Posted in 1 on September 1, 2009 by Eko H Sutopo

Beberapa kegiatan Sains Community yang dilakukan di anyer…

2501200912925012009133

bersiap untuk mengamati Gerhana Matahari          mereka mencoba menjadi peneliti muda

2601200913726012009152

percobaan menentukan kadar garam dan persiapan menjelang gerhana matahari cincin

LINGKUNGAN SEBAGAI SUMBER dan MEDIA PEMBELAJARAN

Posted in Science Community on September 1, 2009 by Eko H Sutopo

Masih banyak orang beranggapan bahwa media pembelajaran selalu terkait dengan teknologi tinggi, elektronika, digital dan biaya mahal contohnya yang kita kenal sebagai media pembelajaran adalah media cetak, Transparansi, Audio, Slide Suara, Video, Multimedia Interaktif, E-learning. Namun sesungguhnya hal tersebut merupakan pemikiran yang sempit dalam memaknai arti dari sebuah media pembelajaran. Media pembelajaran terdiri dari berbagai macam jenis, dari media pembelajaran yang sederhana dan murah hingga media pembelajaran yang canggih dan mahal. Dari mulai rakitan pabrik hingga buatan tangan para guru itu sendiri , bahkan ada pula yang telah disediakan oleh alam dilingkungan sekitar kita yang dapat langsung digunakan sebagai media pembelajaran. Atas dasar pemahaman tersebut diatas maka diharapkan tidak ada lagi argumentasi yang muncul dikalangan para guru untuk tidak dapat menggunakan alat peraga oleh karena biayanya mahal. Begitu banyaknya lingkungan disekitar kita yang dapat  digunakan sebagai media alat peraga tanpa perlu biaya mahal. Beberapa benda dilingkungan kita dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar, baik yang dimanfaatkan secara langsung ( by utility resources ) , ataupun yang dirancang terlebih dahulu ( by design resources ) dan dapat pula dengan cara rekayasa media.

 

I.  Pengertian lingkungan sebagai sumber belajar

Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia (KUBI) lingkungan diartikan sebgai bulatan yang melingkungi (melingkari). Pengertian lainnya yaitu sekalian yang terlingkung di suatu daerah. Dalam kamus Bahasa Inggris peristilahan lingkungan ini cukup beragam diantaranya ada istilah circle, area, surroundings, sphere, domain, range, dan environment, yang artinya kurang lebih berkaitan dengan keadaan atau segala sesuatu yang ada di sekitar atau sekeliling. Dalam literatur lain disebutkan bahwa lingkungan itu merupakan kesatuan ruang dengan semua benda dan keadaan makhluk hidup termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya serta makhluk hidup lainnya. Lingkungan itu terdiri dari unsur-unsur biotik (makhluk hidup), abiotik (benda mati) dan budaya manusia. Lingkungan yang ada di sekitar anak- anak kita merupakan salah satu sumber belajar yang dapat dioptimalkan untuk pencapaian proses dan hasil pendidikan yang berkualitas. Jumlah sumber belajar yang tersedia di lingkungan ini tidaklah terbatas, sekalipun pada umumnya tidak dirancang secara sengaja untuk kepentingan pendidikan. Sumber belajar lingkungan ini akan semakin memperkaya wawasan dan pengetahuan anak karena mereka belajar tidak terbatas oleh empat dinding kelas, Selain itu kebenarannya lebih akurat, sebab anak dapat mengalami secara langsung dan dapat mengoptimalkan potensi panca inderanya untuk berkomunikasi dengan lingkungan tersebut. Kegiatan belajar dimungkinkan akan lebih menarik bagi anak sebab lingkungan menyediakan sumber belajar yang sangat beragam dan banyak pilihan. Kegemaran belajar sejak usia dini merupakan modal dasar yang sangat diperlukan dalam rangka penyiapan masyarakat belajar (learning societes) dan sumber daya manusia di masa mendatang. Begitu banyaknya nilai dan manfaat yang dapat diraih dari lingkungan sebagai sumber belajar dalam pendidikan, bahkan hampir semua tema kegiatan dapat dipelajari dari lingkungan. Namun demikian diperlukan adanya kreativitas dan jiwa inovatif dari para guru untuk dapat memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar.

Jika pada saat belajar di kelas anak diperkenalkan oleh guru mengenai tanaman padi , dengan memanfaatkan lingkungan persawahan , anak akan dapat memperoleh pengalaman yang lebih banyak lagi. Dalam pemanfaatan lingkungan tersebut guru dapat membawa kegiatan-kegiatan yang biasanya dilakukan di dalam ruangan kelas ke alam terbuka dalam hal ini lingkungan. Namun jika guru menceritakan kisah tersebut di dalam ruangan kelas, nuansa yang terjadi di dalam kelas tidak akan sealamiah seperti halnya jika guru mengajak anak untuk memanfaatkan lingkungan. Artinya belajar tidak hanya terjadi di ruangan kelas namun juga di luar ruangan kelas dalam hal ini lingkungan sebagai sumber belajar yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan fisik, keterampilan sosial, budaya, perkembangan emosional serta intelektual. Anak-anak belajar melalui interaksi langsung dengan benda-benda atau ide-ide. Lingkungan menawarkan kepada guru kesempatan untuk menguatkan kembali konsep-konsep seperti warna, angka, bentuk dan ukuran.Memanfaatkan lingkungan pada dasarnya adalah menjelaskan konsep-konsep tertentu secara alami. Konsep warna yang diketahui dan dipahami anak di dalam kelas tentunya akan semakin nyata apabila guru mengarahkan anak-anak untuk melihat konsep warna secara nyata yang ada pada lingkungan sekitar.

 

  1. Keuntungan memanfaatkan media lingkungan

Memanfaatkan lingkungan sebagai media pembelajaran memiliki banyak keuntungan.   Beberapa keuntungan tersebut  antara lain :

  • Menghemat biaya, karena memanfaatkan benda-benda yang telah ada di lingkungan
  • Memberikan pengalaman yang riil kepada siswa, pelajaran menjadi lebih konkrit, tidak verbalistik.
  • Karena benda-benda tersebut berasal dari lingkungan siswa, maka benda-benda tersebut akan sesuai dengan karakteristik  dan kebutuhan siswa.  Hal ini juga sesuai dengan konsep pembelajaran kontekstual (contextual learning).
  • Pelajaran lebih aplikatif, materi belajar yang diperoleh siswa melalui media lingkungan kemungkinan besar akan dapat diaplikasikan langsung,  karena siswa   akan sering menemui  benda-benda atau peristiwa serupa dalam kehidupannya sehari-hari.
  • Media lingkungan memberikan pengalaman langsung kepada siswa.  Dengan media lingkungan, siswa dapat berinteraksi secara langsung dengan benda, lokasi atau peristiwa sesungguhnya secara alamiah.
  • Lebih komunikatif, sebab benda dan peristiwa yang ada di lingkungan siswa biasanya mudah dicerna oleh siswa, dibandingkan dengan media yang dikemas (didesain).

Dengan memahami berbagai keuntungan tersebut, seharusnya kita  dapat tergugah  untuk  memanfaatkan semaksimal mungkin  lingkungan  di sekitar kita   untuk  menunjang kegiatan pembelajaran kita. Lingkungan kita menyimpan berbagai jenis sumber dan media belajar yang hampir tak terbatas.  Lingkungan dapat kita manfaatkan sebagai sumber belajar  untuk  berbagai mata pelajaran.  Kita tinggal memilihnya berdasarkan prinsip-prinsip atau kriteria  pemilihan media dan menyesuaikannya dengan tujuan, karakteristik siswa dan topik pelajaran yang akan kita ajarkan.

 

III. Prinsip-prinsip Rekayasa  Media Pembelajaran

Media-media yang terdapat di lingkungan sekitar, ada yang berupa benda-benda atau peristiwa yang langsung dapat kita pergunakan sebagai sumber belajar. Selain itu, ada pula benda-benda tertentu yang harus kita buat terlebih dulu sebelum dapat kita pergunakan dalam pembelajaran.  Media yang perlu kita buat itu biasanya berupa alat peraga sederhana dengan  menggunakan bahan-bahan yang terdapat di lingkungan kita. Jika kita harus membuat media belajar  semacam itu, maka ada beberapa prinsip pembuatan yang perlu kita perhatikan, yaitu :

  • Media yang dibuat harus sesuai dengan tujuan dan fungsi penggunaannya.
  • Dapat membantu memberikan pemahaman terhadap suatu konsep tertentu, terutama konsep yang abstrak.
  • Dapat mendorong kreatifitas siswa, memberikan kesempatan kepada siswa untuk bereksperimen dan bereksplorasi  (menemukan sendiri)
  • Media yang dibuat harus mempertimbangkan faktor keamanan, tidak mengandung unsur yang membahayakan siswa.
  • Usahakan  memenuhi unsur kebenaran substansial dan kemenarikan
  • Media belajar  hendaknya mudah dipergunakan baik oleh guru maupun siswa
  • Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat hendaknya dipilih agar  mudah diperoleh di lingkungan sekitar dengan biaya yang relatif murah
  • Jenis media yang dibuat harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan sasaran didik  

Bagaimana mengelola laboratorium sains di sekolah ?

Posted in Science Community on December 4, 2008 by Eko H Sutopo

Pengelolaan Laboratorium 

 I. Laboratorium dan Perlengkapannya 

 

1.Laboratorium

Laboratorium ialah suatu tempat dimana percobaan dan penyelidikan dilakukan. Bentuknya boleh ruang tertutup (Kamar) dan boleh ruang terbuka (kebun).

Ruang penunjang kegiatan dalam melakukan pembelajaran terdiri dari : ruang persiapan, ruang penyimpanan (gudang), ruang  gelap, ruang timbang, dan kebun sekolah atau rumah kaca.

Perlengkapan laboratorium antara lain :

a.Perabot yaitu meja, kursi, lemari, rak.

b. alat peraga pendidikan yaitu : instrumen, bagan, model bahan kimia,slide dll

c.Perkakas yaitu obeng, tang, kikir, gergaji

d.Kotak P3K beserta isinya

e.Alat pemadam kebakaran

f.Alat pembersih

g.Kumpulan buku yaitu katalog, buku petunjuk dll.

 

2.Tata Letak Laboratorium.

a. Lokasi dan ukuran.

Syarat umum lokasi :

· Tidak terletak di arah angin,yaitu untuk menghindari polusi terhadap kamar lain

· Mempunyai jarak cukup jauh terhadap sumber air, untuk menghidari pencemaran air.

· Mempunyai saluran pembuangan tersendiri untuk menghindari pencemaran penduduk.

· Mempunyai jarak cukup jauh terhadap bangunan lain untuk memberikan ventilasi yang cukup dan penerangan alami yang optimum.

· Terletak pada bagian yang mudah dikontrol

b. Luas Ukuran Laboratorium

Untuk 40 orang siswa ukuran laboratorium yang baik : lebar 8-9 meter dan panjang 11-12 meter atau untuk setiap siswa digunakan lebih kurang 2,5 m2 . 

 

3.Perlengkapan Laboratorium

Perlengkapan laboratorium minimal  adalah : meja demonstrasi, meja praktikum siswa, lemari biasa, lemari gantung, laci meja, bak suci, rak, panggung, papan tulis, lemari asap, listrik PLN atau generator ,air dan gas. 

Pengadaan Alat dan Bahan

 

Untuk pengadaan alat-alat laboratorium diperoleh dari  : 

a. Proyek penyediaan fasilitas laboratorium sekolah Diknas.

b. Dari pembelian sekolah.

Sebelum pembelian alat dan bahan laboratorium perlu dipikirkan hal-hal yang berikut :

· Percobaan apa yang akan dilakukan

· Alat/bahan apa yang akan dibeli

· Pengetahuan tentang penggunaan alat yang dibeli

· Adanya dana

· Jenis ukuran alat/bahan yang kan dibeli

· Prosedur pembelian

· Pelaksanaan pembelian

 

II. Administrasi dan Pemeliharaan Alat/Bahan Laboratorium 

  

1.Administrasi Alat/Bahan

Tujuan dari administrasi alat/bahan ialah agar mudah mengetahui posisi dan pengambilannya dalam penggunaannya.Dalam hal ini yang perlu diasdministrasikan yaitu : 

a.Jenis alat/bahan yang ada

b.Jumlah masing-masing alat/bahan

c.Jumlah pembelian dan tambahan

d.Jumlah yang pecah/hilang dan habis

  

Untuk keperluan administrasi ini diperlukan beberapa buku antara lain : buku Stok, buku kumpulan daftar pembelian/penerimaan, buku catatan barang-barang yang pecah/rusak/hilang dan habis, buku harian. 

 

2.Pemeliharaan Alat/Bahan

Masalah penyimpanan alat / bahan biasanya ditentukan oleh : keadaan laboratorium, susunan laboratoroum, keadaan perabot laboratorium serta adanya gudang dan raung persiapan. 

 

III. Struktur Organisasi Laboratorium

 

Dalam pelaksanaan pengoperasian laboratorium sains ,struktur laboratorium tersebut minimal melibatkan personal yang meliputi :

a. Kepala sekolah

b. Wakil Kepala Sekolah

c. Tata Usaha

d. Guru sains (Pengelola dan Pembimbing)

Personal di atas bertugas dan berfungsi :

a. Merencanakan pengadaan alat /bahan laboratorium

b. Menyusun jadwal dan tata tertib  laboratorium

c. Mengatur pengeluaran dan pamasukan /pinjaman alat laboratotium

d. Mempersiapkan peralatan/bahan yang dipergunakan pada praktikum

e. Mendaftarkan alat/bahan laboratorium yang habis

f. Mengiventarisasi dan mengadministrasikan pinjaman  alat-alat

g. Membuat daftar katalog sesuai dengan jenis alat/bahan

h. Memelihara  dan memperbaiki alat-alat

i. Menyusun pelaksanaan kegiatan laboratorium

IV. Mengelola Laboratorium Sains

 

Secara garis besar pengelolaan laboratorium dapat dibagi atas :

 

1.Memelihara kelancaran pengunaan laboratorium

a.   Membuat jadwal yang jelas penggunaan laoboratorium

b.   Harus ada tata tertib laboratorium yang harus dilaksanakan secara tegas. yang isinya adalah merupakan larangan, suruhan, dan petunjuk

Contoh.

Untuk siswa.

· Siswa tidak boleh masuk laboratorium tanpa seijin guru

· Alat/bahan laboratorium tidak boleh dibawa ke luar tanpa seijin guru

· Jika ada alat rusak/pecah hendaknya dibertahukan kepada guru

· Jika dalam melakukan pekerjaan (percobaan) tidak mengerti/ragu-ragu segera bertanya kepada guru.

· Pakailah jas laboratorium selama  berada di ruang laboratorium

· Setelah selesai praktikum alat-alat harus dikembalikan ke tempat semula dalam keadaan bersih dan kering.

Untuk Guru

- Jika sedang bekerja di dalam laboratorium harus ada dalam pengawasan guru

- Laboratorium harus dijaga bersih.Alat-alat yang dipakai harus dikembalikan ketempat semula.

- Bahan-bahan dan alat-alat yang digunakan percobaan siswa,hendaknya disediakan sebelum percobaan dimulai dan siap digunakan jika percobaan akan dimulai

- Guru harus dapat menguasai penuh disiplin siswanya yang ada di laboratorium.

c.   Harus selalu dalam keadaan siap pakai semua perlengkapan penanggulangan  kecelakaan seperti alat pemadam api, kotak P3K dan setiap pemakai laboratorium tahu benar penggunaannya.

2.Menyediakan Alat-alat/Bahan-bahan yang diperlu-kan di Laboratorium

Penyediaan alat /bahan untuk siswa ada dua macam yaitu yang diambil langsung oleh siswa dari ruang terbuka/laci dan yang harus diminta dari petugas laboratorium.

Bentuk format permintaan/pinjaman alat adalah sebagai berikut :

 

Nama Guru                   :……………………………………..

Mata pelejaran              : …………………………………….

Topik/judul Percobaan   : …………………………………….

Jenis alat /bahan            :          

                                       Nama alat         a………….

                                                                  b…………

                                                                  dst.

Jumlah siswa                 :………..kelompok

Tempat praktikum         :…………..

Hari/Tgl pemakaian       :……………

Jam Pelajaran               :………pagi/siang

 

                                                                                           ……………….,20……

                                                                                            Peminjam,

 

 

Untuk melihat dengan mudah masuk,keluar serta persediaan alat/bahan dalam laboratorium diberikan suatu kartu yang berisikan :nama alat/bahan , spesifikasi alat, golongan alat,nomor induk, nomor kode, tempat(R/A/L ( R=ruang ,A=almari, L=lantai) dan keterangan (asal barang).

 

3.Pendokumentasian /Pengarsipan

Hal-hal yang perlu didokumentasikan /diarsipkan adalah :

a.   Berkas lembaran kegiatan siswa

b.   Data hasil praktikum /percobaan siswa

c.   Berkas nilai praktikum

d.   Berkas tata tertib laboratorium

e.   Buku /kepustakaan /katalog dan sebagainya.

 

4.Peningkatan Laboratorium

Untuk meningkatkan daya guna laboratorium maka setiap akhir tahun ajaran hendaknya guru-guru merencanakan kegiatan laboratorium untuk tahun ajaran berikutnya secara tuntas.

 

Keselamatan Kerja di Laboratorium

 

Kecelakaan yang sering terjadi dilaboratorium antara lain :

a. Luka oleh benda tajam,pecahan kaca dan kena bakar

b. Terkena/percikan oleh cairan zat kimia (karosif/asam/basa pekat)

c. Tertelan zat-zat beracun

d. Gigitan hwan peliharaan

e. Pingsan disebabkan bau gas yang memusingkan

f.  Terkena  kejutan listrik

g. Kebakaran yang disebabkan peletusan yang terjadi dari hasil percobaan .

 

Untuk bentuk kecelakaan diatas maka perlu diambil tindakan pertama pada waktu memberi pertolongan pada sipenderita yaitu :

a. Membawa sipenderita ke tempat yang baik dan tenang

b. Bila pendarahan terjadi pada sipenderita usahakanlah darah yang keluar itu dihentikan dengan jalan mengangkat bagian tubuh yang luka, sehinga yang luka itu berada di atas jantung

c. Usahakan sipenderita terbaring seleluasa mungkin,pakaian dilonggarkan

d. Jangan memberi makanan pada penderita yang sedang pingsan

e. Segeralah minta pertolongan dokter

Pengamatan Gerhana Bulan

Posted in Science Community on September 23, 2008 by Eko H Sutopo

dsci0213Pada tanggal 16 Agustus 2008 malam yang lalu, kami science community Al-izhar mengadakan acara pengamatan Gerhana bulan parsial. Acara ini diikuti sekitar 110 peserta dari sekolah al-izhar dan sekolah lainnya yang tergabung dalam kelompok FOSCA (Forum Scientist Teenegers). acara dimulai sejak pukul 16.00 dengan diawali registrasi. kemudian pada pukul 19.00 WIB acara dilanjutkan dengan mendengarkan materi tentang ilmu astronomi dari HAAJ ( Himpunan Astronomi Amatir Jakarta). Saat itu cuaca sedikit mendung, sehingga para peserta disuguhi dengan menonton Film tentang Astronomi. Sebelum para peserta mengamati terjadinya gerhana sekitar pukul 3.00 sebagian peserta mengisi waktunya dengan cara tidur-tiduran dan tidur beneran, sebagian siswa lagi mengadakan diskusi ilmiah dalam kelompok- kelompok kecil. pada saat terjadinya gerhana semua siswa yang tertidur sudah bangun dan siap mengamati terjadinya gerhana bulan ini dengan berbagai macam cara. Ada yang mengamati langsung dengan mata telanjang (karena ngga kebagian teropong kali) ada yang menggunakan teropong , adapula yang memotret untuk mengambil gambarnya. Terlihat pada saat itu jumlah peserta tidak sebanyak saat registrasi. sebagian peserta sudah pulang oleh karena mereka datang hanya sebagai stargaze saja. Namun demikian tampak dari keseluruhan acara ini tergolong sukses karena para peserta sempat mengambil beberapa potret saat terjadinya gerhana dan pada setiap fase.

Paket IV

Posted in Prediksi UN 2008 on March 5, 2008 by Eko H Sutopo

Untuk latihan soal persiapan UN atau buat tryout boleh juga download dibawah ini…

Paket IV

ebtanas Fisika 2001

Posted in Kumpulan soal fisika on March 5, 2008 by Eko H Sutopo