Mineral Magnesium

Keberadaan dan Manfaatnya
oleh : Edwin

I. Magnesium di Alam

Di alam, mineral magnesium ditemukan di tanah dan bebatuan, air, air laut, dan pada zat hijau daun (klorofil).
I.1. Sumber Magnesium

Sumber Magnesium di Alam

Magnesium merupakan unsur kimia berupa logam yang berada di golongan IIA (Golongan Alkali Tanah) pada tabel periodik unsur-unsur kimia, bersama-sama dengan Berilium, Kalsium, Strontium, Barium, dan Radium. Di alam, magnesium ditemukan pada lebih dari 60 jenis batuan mineral, namun sumber mineral utama yang memiliki nilai ekonomi untuk ditambang adalah dolomite, magnesite, brucite, carnalite, talc, dan olivine. Magnesium juga ditemukan dalam jumlah yang sangat besar pada air laut (kandungan magnesium klorida dalam air laut bisa mencapai 500 ppm), sehingga air laut merupakan sumber utama terbesar dari kandungan logam magnesium di seluruh dunia.

Logam magnesium bersifat sangat reaktif, sehingga selalu ditemukan di alam dalam bentuk senyawa kimia dengan unsur-unsur kimia lain. Pada air laut, magnesium terionisasi menjadi kation Mg2+, yang mana jika mengalami pengeringan akan membentuk senyawa Kristal Magnesium Klorida (MgCl2). MgCl2 memiliki kelarutan yang tinggi dalam air (kelarutan pada suhu 200C 543 gram/ Liter, kelarutan dalam air pada suhu 1000 C mencapai 726 gram/Liter).

Kristal senyawa magnesium klorida memiliki sifat yang sangat higroskopis, sehingga penyimpanannya memerlukan ruang yang tertutup rapat dari udara (ruangan vakum). Ketika Kristal ditaruh di ruangan yang terbuka, magnesium klorida akan dengan sangat cepat melakukan penyerapan air dari udara, yang pada akhirnya menghasilkan larutan magnesium klorida.

Magnesium Pada Zat Hijau Daun

Klorofil a (zat hijau daun) mengandung ion magnesium yang terbungkus dalam struktur cincin besar yang dinamai cincin klorin. Cincin chlorin adalah senyawa heterosiklik yang berasal dari pirol. Dalam cincin klorin, empat atom nitrogen dari chlorin mengelilingi dan mengikat 1 atom magnesium.

struktur kimia klorofil

Struktur kimia klorofil ini identik dengan struktur kimia sel darah merah pada tubuh (hemoglobin), kecuali pada sel darah merah, atom Mg pada pusat cincin digantikan oleh atom Fe (besi) pada sel darah merah.

Beberapa penggunaan senyawa magnesium antara lain sebagai berikut ini :

Penyerap / penangkap debu di ruangan terbuka ; kemampuan menangkap debu dari senyawa magnesium klorida dimanfaatkan untuk penggunaan di wilayah-wilayah pertambangan, wilayah-wilayah yang sedang dilakukan pembangunan jalan-jalan baru, wilayah-wilayah tercemar debu berat (semacam lingkungan pabrik penepungan batu, pabrik semen) dan sebagainya.
Karena sifatnya yang higroskopis, magnesium klorida juga digunakan sebagai bahan kimia untuk penguat struktur jalan perintis, sehingga badan-badan jalan bersifat lebih elastis terhadap pembebanan dinamis.

Pupuk untuk daun pada segala jenis tanaman yang memiliki hijau daun. Klorofil pada daun selalu dan harus mengandung ion logam magnesium sebagai atom sentral dalam senyawa organiknya. Artinya, tanpa adanya magnesium takkan mungkin terbentuk hijau daun pada tanaman.
Obat-obatan dan minuman suplemen pada manusia dan hewan ternak.

II. Magnesium Untuk Obat dan Kesehatan

Magnesium adalah salah satu dari enam mineral penting yang terkandung dalam tubuh manusia. Magnesium membantu membangun tulang, memperbaiki penampilan fungsi saraf, dan merupakan elemen yang sangat penting untuk penghasil energy dari makanan yang di asup oleh manusia.

Magnesium secara alami ditemukan dalam banyak makanan, ditambahkan ke produk makanan lainnya, tersedia sebagai suplemen diet, dan hadir di beberapa jenis obat-obatan (obat penyakit maag dan obat pencahar). Magnesium adalah kofaktor dalam lebih dari 300 sistem enzim yang mengatur reaksi biokimia yang beragam dalam tubuh, termasuk sintesis protein, untuk otot dan fungsi saraf, mengatur kadar glukosa darah, dan regulasi tekanan darah. Magnesium diperlukan untuk produksi energi, fosforilasi oksidatif, dan glikolisis. Zat ini memberikan kontribusi untuk perkembangan struktur tulang dan diperlukan untuk sintesis DNA, RNA, dan glutathione antioksidan. Magnesium juga berperan dalam transpor aktif ion kalsium dan kalium melintasi membran sel, sebuah proses yang penting untuk konduksi saraf impuls, kontraksi otot, dan normalisasi irama jantung.

Magnesium telah terbukti mampu mengobati berbagai jenis sakit kepala, nyeri kronis, asma, dan gangguan tidur. Dalam beberapa penelitian skala besar, magnesium juga terbukti mampu mengobati penyakit jantung, hipertensi, diabetes. Hingga saat ini ratusan penelitian tentang manfaat senyawa magnesium terhadap kesehatan manusia telah dipublikasikan di seluruh dunia. Artikel ini mengulas berbagai penggunaan magnesium untuk pemeliharaan kesehatan, dan aplikasi therapy pengobatan berbagai peny
II.1. Gejala Kekurangan Magnesium

Gejala kekurangan magnesium terjadi akibat kurangnya kandungan magnesium dalam asupan makanan seseorang. Gejala kekurangan magnesium juga terjadi pada pengguna atau orang yang mengalami ketergantungan alcohol, orang yang sedang dalam proses pengobatan atas suatu penyakit, dan pola hidup yang membiasakan konsumsi makanan instant dan fast food.

Tanda-tanda awal kekurangan magnesium antara lain ; hilangnya nafsu makan, mual, muntah, mudah mengalami kelelahan, lemah, kadar gula tinggi, kadar kolesterol tinggi, sering tegang di pundak dan tengkuk. Gejala yang lebih buruk lagi dapat menyebabkan mati rasa, kesemutan, kontraksi otot dan kram, kejang, perubahan kepribadian, irama jantung yang abnormal, dan kejang koroner. Kekurangan magnesium parah dapat menyebabkan hipokalsemia atau hipokalemia (kadar serum kalsium dan atau kalium yang rendah) yang disebabkan terganggunya homeostasis mineral.
II.2. Magnesium Untuk Pemeliharaan Kesehatan

Sebagaimana pentingnya peran magnesium pada tumbuhan (khususnya merupakan bagian utama dari struktur kimia klorofil), maka peran magnesium juga sangat penting bagi manusia dan hewan. Tanpa kehadiran magnesium dalam tubuh, energi tidak dapat diproduksi atau digunakan dalam sel, otot tidak bisa rileks dan berkontraksi, dan hormon-hormon utama tidak bisa disintesa untuk membantu mengendalikan fungsi-fungsi vital dari bagian-bagian tubuh.

Berdasarkan ratusan penelitian yang telah dilakukan selama lebih dari 150 tahun, magnesium terbukti membantu menjaga otot dan fungsi saraf berjalan normal, menstabilkan irama detak jantung, meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan cara memproduksi sel darah putih hingga 3 x lipat dalam kondisi seseorang yang sedang terserang penyakit, menguatkan tulang-tulang, menurunkan kadar gula darah ke angka yang normal, menstabilkan tekanan darah pada penderita hypertensi, memperbaiki kemampuan seks (mencegah ejakulasi dini), dan terlibat dalam proses metabolisme energi dan sintesis protein.

Osteoporosis

Dalam kajian tentang gizi dan kesehatan tulang diterbitkan oleh American College of Nutrition ditemukan korelasi positif antara magnesium dan tulang manusia. Studi ini menghasilkan fakta bahwa kekurangan magnesium dalam tubuh menyebabkan terjadinya hal-hal berikut :

Turunnya kekuatan tulang (tulang menjadi rapuh dan gampang patah).
Volume dan ukuran tulang menurun
Pertumbuhan tulang yang lambat
Lepasnya kelebihan kalsium dari tulang ke dalam darah yang tanpa disertai pembentukan tulang baru.

Magnesium terlibat dalam pembentukan tulang dan mempengaruhi aktivitas osteoblas dan osteoklas. Magnesium juga mempengaruhi konsentrasi dari kedua hormon paratiroid dan bentuk aktif dari vitamin D, yang merupakan regulator utama homeostasis tulang. Beberapa studi berbasis populasi telah menemukan hubungan positif antara asupan magnesium dan kepadatan mineral tulang pada pria dan wanita. Penelitian lain telah menemukan bahwa wanita dengan osteoporosis memiliki tingkat serum magnesium yang lebih rendah daripada wanita dengan osteopenia dan orang-orang yang tidak memiliki osteoporosis atau osteopenia. Berbagai temuan lainnya pun menunjukkan bahwa kekurangan magnesium mungkin menjadi faktor risiko untuk osteoporosis.

Dalam beberapa studi menunjukkan bahwa peningkatan asupan magnesium dari makanan atau suplemen dapat meningkatkan kepadatan mineral tulang pada pasca menopause dan wanita lanjut usia. Satu studi jangka pendek menemukan bahwa asupan sebanyak 290 mg / hari unsur magnesium (magnesium sitrat) selama 30 hari di 20 wanita post-menopause yang juga mengidap osteoporosis, menunjukkan penurunan secara drastic tingkat kerapuhan tulang.

Depresi

Semua penelitian terhadap penderita depresi kronis menunjukkan bahwa orang-orang yang menderita terbukti mengalami kekurangan asupan magnesium di dalam tubuhnya. Data eksperimental dan klinis menunjukkan hubungan antara kekurangan magnesium dan depresi. Sebuah studi yang dilakukan Dr. Richard Cox dan Dr. Norman Shealy, pada tahun 1996 yang mencatat korelasi antara asupan magnesium yang rendah dan naiknya tingkat depresi, menemukan bahwa 100% dari 475 penderita deprsei kronis ternyata mengalami kekurangan kandungan magnesium di dalam tubuh mereka.

Sebuah penelitian yang lebih besar dan terbaru yang diterbitkan pada tahun 2009 dalam Journal Australia dan Selandia Baru Psikiatri menegaskan temuan ini. Journal ini menampilkan sampel penelitian dari 5700 orang dewasa di Norwegia. Pada journal tersebut, dari 5700 sampel, peneliti mencatat hubungan yang signifikan secara statistik antara asupan magnesium dan depresi. Peserta uji yang melaporkan kebiasaan diet rendah magnesium lebih positif mengalami gejala depresi dan sering masuk ke rumah sakit yang khusus menangani kecemasan. Hasil penelitian tetap signifikan ketika disesuaikan dengan usia, jenis kelamin, tekanan darah, dan status sosial dan ekonomi seseorang.

Korelasi antara defisiensi magnesium dan naiknya tingkat stress yang berakhir depresi telah menyebabkan peneliti dan dokter untuk menyelidiki penggunaan magnesium sebagai suplemen pengobatan yang potensial untuk penderita depresi kronis dan besar. Georgy Eby dari Eby Research Institute melaporkan beberapa studi kasus menunjukkan terjadinya pemulihan dari depresi berat yang sangat cepat jika seorang penderita diberi asupan suplemen 125 – 300 mg magnesium per hari.

DiabetesTipe 2

Diabetes tipe 2 (diabetes mellitus) merupakan kelainan metabolik yang ditandai dengan kadar glukosa darah yang tinggi dalam konteks resistensi insulin dan defisiensi relatif terhadap insulin. Gejala klasiknya antara lain haus berlebihan, sering berkemih, dan lapar terus-menerus. Diabetes tipe 2 berjumlah 90% dari seluruh kasus diabetes dan 10% sisanya terutama merupakan diabetes melitus tipe 1 dan diabetes gestasional.

Kegemukan diduga merupakan penyebab utama diabetes tipe 2 pada orang yang secara genetik memiliki kecenderungan penyakit ini. Diabetes tipe 2 pada awalnya bisa diatasi dengan meningkatkan olahraga dan diet gula yang teratur. Namun jika kadar glukosa darah tidak turun melalui cara ini, pengobatan dengan metformin atau insulin mungkin diperlukan.

Diet yang disertai kenaikan konsumsi magnesium secara signifikan terbukti mampu mengurangi resiko terkena diabetes. Hal ini terjadi mungkin disebabkan pentingnya peranan magnesium dalam metabolisme glukosa. Hypomagnesemia (kekurangan magnesium di dalam tubuh) ditengarai dapat memperburuk resistensi terhadap insulin, suatu kondisi yang sering mendahului diabetes.

Pada Januari 2004, para peneliti di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Havard melaporkan korelasi yang signifikan antara asupan magnesium dan risiko diabetes tipe 2. Kekurangan asupan magnesium pada manusia menyebabkan timbulnya resiko penyakit diabetes type-2. Asupan rutin magnesim dalam nilai yang mencukupi terbukti mampu mencegah penyakit dibetes type 2. Asosiasi Diabetes Amerika (The American Diabetes Association) menyatakan bahwa ada bukti yang cukup untuk mendukung penggunaan rutin magnesium untuk meningkatkan kontrol glikemik pada penderita diabetes.

Pada penderita dibetes mellitus (diabetes type-2), dampak suplemen magnesium antara 150 mg – 300 mg per hari mampu menurunkan kadar gula darah dengan cepat, dan sejumlah studi telah merekomendasikan suplemen sebagai sarana meningkatkan penanganan glukosa dalam darah mereka yang didiagnosis dengan diabetes mellitus.

Hipertensi

Asupan magnesium yang tinggi telah terbukti mengurangi risiko penyakit hipertensi (penyakit tekanan darah tinggi). Sebuah studi yang diulakukan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Harvard yang meneliti 30.000 pria, menemukan bahwa tingginya asupan magnesium dan serat mampu mengurangi gejala tekanan darah tinggi. Hipertensi merupakan faktor risiko utama untuk penyakit jantung dan stroke. Beberapa studi telah membuktikan bahwa suplemen magnesium mampu menurunkan tekanan darah dalam tempo yang cepat.

Kesehatan jantung

Penelitian pada beberapa komunitas menemukan bahwa kadar tinggi dari magnesium dalam tubuh dikaitkan dengan rendahnya resiko penyakit jantung. Studi kesehatan jantung Honolulu yang berlangsung selama 30 tahun dan diikuti oleh lebih dari 7000 pria, yang bertujuan membuktikan perbandingan tingkat konsumsi magnesium terhadap korelasi naiknya resiko penyakit jantung. Penelitian membagi 2 grup dengan 2 jenis tingkat konsumsi magnesium per hari, yaitu tingkat konsumsi di bawah 186 mg per hari dan konsumsi magnesium 340 mg per hari. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif antara peningkatan konsumsi magnesium dengan turunnya resiko penyakit jantung. Makin rendah tingkat konsumsi magnesium, makin rentan seseorang terserang penyakit jantung, sebaliknya makin tinggi tingkat konsumsi magnesium justru makin menurunkan resiko terserang penyakit jantung.

Asupan magnesium tinggi dapat mengurangi risiko stroke. Dalam meta-analisis dari 7 calon percobaan dengan total 241.378 peserta, asupan 100 mg / hari magnesium tambahan dalam diet dikaitkan dengan 8% penurunan resiko stroke.

Migrain Sakit kepala

Kekurangan magnesium terkait dengan faktor-faktor yang mendorong sakit kepala, termasuk pelepasan neurotransmiter dan vasokonstriksi. Penggunaan magnesium pada pencegahan dan pengobatan sakit kepala akut telah terbukti efektif, murah, dan aman untuk dikonsumsi. Pengujian terhadap sekelompok wanita yang mengalami migrain selama menstruasi menemukan penurunan rasa nyeri dan mulas yang signifikan jika mengkonsumsi suplemen magnesium sebanyak 360 miligram per hari.

Preeklamsia

Preeklamsia adalah penyakit hipertensi yang timbul diakibatkan kehamilan. Preeklampsia yang akut akan menimbulkan penyakit eklampsia. Pemberian asupan magnesium pada wanita hamil mampu menurunkan resiko eklampsia hingga 58%.

Asma dan Epilepsi

Magnesium dapat digunakan sebagai obat pada penderita asma dan epilepsy. Hal ini disebabkan kemampuan magnesium untuk melemaskan otot dan menurunkan ketegangan saraf.
III. Interaksi Magnesium dan Obat-obatan

Beberapa jenis obat memiliki potensi untuk berinteraksi dengan suplemen magnesium atau mempengaruhi status magnesium di dalam tubuh, beberapa contoh kasus dituliskan di bawah ini. Orang yang memakai ini dan obat lain secara teratur harus membicarakan tata-cara asupan magnesium dengan penyedia layanan kesehatan mereka.

Bifosfonat

Suplemen yang kaya magnesium atau obat dapat mengurangi penyerapan bifosfonat oral seperti alendronate (Fosamax®), yang digunakan untuk mengobati osteoporosis. Penggunaan suplemen yang kaya magnesium atau obat dan bifosfonat oral harus diselingi oleh waktu yang sedikitnya 2 jam.

Antibiotik

Magnesium dapat membentuk kompleks tidak larut dengan tetrasiklin, seperti demeclocycline (Declomycin®) dan doxycycline (Vibramycin®), serta antibiotik kuinolon, seperti siprofloksasin (Cipro®) dan levofloxacin (Levaquin®). Antibiotik ini harus diberikan minimal 2 jam sebelum atau 4-6 jam setelah asupan suplemen magnesium.

Diuretik

Pengobatan kronis dengan diuretik loop seperti furosemid (Lasix®) dan bumetanide (Bumex®), dan diuretik thiazide, seperti hydrochlorothiazide (Aquazide H®) dan asam ethacrynic (Edecrin®), dapat meningkatkan hilangnya magnesium dalam urin dan menyebabkan deplesi magnesium. Sebaliknya diuretik hemat kalium seperti amilorid (Midamor®) dan spironolactone (Aldactone®), mengurangi dapat mengurangi ekskresi magnesium.
IV. Rekomendasi Asupan Magnesium

Rekomendasi asupan magnesium dan nutrisi lain telah disediakan oleh Badan Pangan dan Gizi (FNB) di Institut of Medicine dari Akademi Nasional Amerika Serikat (sebelumnya National Academy of Sciences). Tabel di bawah (tabel 1) adalah tabel Recommended Dietary Allowance (RDA) untuk magnesium. Recommended Dietary Allowance (RDA) adalah tingkat rata-rata asupan harian yang cukup untuk memenuhi persyaratan gizi dari hampir semua (97% -98%) orang sehat.

Bagian yang diberi tanda bintang adalah Adequate Intake AI (asupan yang memadai), dimana angka ini dibuat bila bukti tidak cukup untuk mengasumsikan RDA dan diatur pada tingkat pemastian kecukupan gizi.

tabel rekomendasi dietary allowance untuk magnesium *Adequate Intake (AI)

V. Resiko Kesehatan dari Kelebihan Magnesium Dalam Tubuh

Terlalu banyak mengkonsumsi magnesium yang berasal dari makanan tidak menimbulkan resiko kesehatan pada orang sehat, karena ginjal akan membuang kelebihan magnesium melalui urin. Namun asupan magnesium dosis tinggi yang berasal dari suplemen makanan atau obat sering mengakibatkan diare yang dapat disertai mual dan perut kram. Jenis senyawa magnesium yang paling sering dilaporkan menyebabkan diare adalah magnesium karbonat, klorida, glukonat, dan oksida. Timbulnya diare karena efek pencahar dari garam magnesium disebabkan aktivitas osmotik garam yang tidak diserap dalam usus dan usus besar, disamping terjadinya stimulasi motilitas pada lambung.

Dosis asupan magnesium yang sangat besar pada obat pencahar dan antasida (biasanya mengandung lebih dari 5.000 mg / hari magnesium) telah dikaitkan dengan toksisitas magnesium, yang di dalamnya termasuk hypermagnesemia fatal dalam anak laki-laki 28-bulan-atau lebih, dan pria dewasa. Gejala toksisitas magnesium yang umumnya terjadi setelah konsentrasi serum melebihi 1,74-2,61 mmol / L, antara lain ; hipotensi (tekanan darah rendah), mual, muntah, muncul rona kemerahan pada wajah, retensi urin, ileus, depresi, dan kelesuan. Dosis yang parah dapat menimbulkan kelemahan otot, kesulitan bernapas, hipotensi ekstrim, denyut jantung tidak teratur, dan serangan jantung.

Resiko toksisitas magnesium meningkat pada orang yang mengalami gangguan fungsi ginjal atau gagal ginjal, karena kemampuan ginjal untuk menyaring kelebihan magnesium berkurang atau hilang. Oleh karena itu suplemen magnesium tidak disarankan untuk digunakan oleh orang yang mengalami gangguan fungsi ginjal.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s